0


Kali ini saya akan memberikan informasi yang mungkin sebaiknya anda simak sampai tuntas,ini mengenai Kisah Nyata Di Balik Candi Cangkuang yang berada di daerah garut jawa barat yang sering dikunjungi oleh para wisatawan yang berkunjung ke sana.

Candi ini sendiri terletak di Desa Cangkuang, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut,Cagar budaya Candi Cangkuang sendiri berasal dari nama sebuah desa yaitu Desa yang diberinama Cangkuang,dan adapun nama Desa Cangkuang ini berasal dari nama sebuah pohon yang bernama Pohon Cangkuang atau dalam nama latinya itu adalah (Pandanus Furcatus) yang banyak ditemukan di sekitar Makam Embah Dalem Arif Muhammad,Konon juga nih menurut cerita masyarakat setempat yang kian merembet, Embah Dalem Arif Rachmad dan teman-temannyalah yang membendung daerah ini sehingga hingga saat ini terbentuklah sebuah danau yang sampai sekarang dinamakan Situ Cangkuang.

Embah Dalem Arif Muhammad sendiri berasal dari Kerajaan Mataram pada jaman dahulu,di jawa TImur,Beliau datang dengan rombongannya untuk menyerang VOC di Batavia dan menyebarkan agama Islam sebagai peganganya,dan salah satunya adalah Desa Cangkuang yang salah satu penduduknya telah menganut agama Hindu pada sejak itu,Di desa tersebut terdapat sebuah candi yang telah dipungar yang dinamakan Candi Cangkuang, Meskipun sebagian dari penduduk yang di desa tersebut telah menganut agama Islam, mereka masih menjalankan upacara yang menjadi sebagian ajaran agama Hindu.

Di candi ini terdapat sekitar 10 kilometer ke arah utara tarogong menuju bandung atau tepatnya di daerah Leles,untuk dapat sampai ke tempat ini dari kecamatan leles biasanya para wisatawa yang datang menggunakan kendaraan delman,dan situ yang ditutupi oleh bunga teratai yang indah ini,ada sebuah pulau kecil yang berada di tengah-tengahnya dan dipulau tersebut ada sebuah candi cangkuang,candi tersebut merupakan bukti bahwa jaman dulu ada aktivitas dari agama hindu yang tinggal di tempat ini,candi cangkuang sendiri telah diperkirakan dibangun pada kerajaan sunda yang pertama yaitu kerajaan Galuh,di dekat candi itu juga ada makam peninggalan penganut agama islam yang juga dibangun pada jaman yang sama yaitu makam Arief Muhamad,dimana beliau adalah seorang tentara dari kerajaan mataram di jawa tengah yang sudah pergi untuk menyerang pasukan belanda di batavia tepat pada abad ke 17,namun penyeranganya gagal dan beliau kembali menetap di cangkuang untuk menyebarkan dan mengajarkan agama islam kepada masyarakat tersebut,tepatnya di kampung Pulo yang dimana keturunanya juga menetap sampai saat ini.

Dan di Kampung tersebut juga terdapat kampung adat yang terdiri dari 6 buah rumah yang berjajar dan saling berhadap-hadapan, masing-masing dari 3 buah di sebelah kiri dan 3 buahnya lagi berada disebelah kanan, ditambah lagi dengan 1 buah mesjid, Kedua deretan tersebut tidak boleh ditambah maupun dikurangi, yang diperbolehkan berdiam dan tinggal disana hanya 6 keluarga, Dan untuk bisa sampai menyebrang ke candi cangkuang itu menggunakan rakit atau angkutan tradisional yang terbuat dari bambu yang di ikat menyerupai segi empat.

Nah itulah informasi tentang Kisah Nyata Di Balik wisata garut Candi Cangkuang,semoga bermanfaat terimakasih.

Dikirim pada 12 Januari 2015 di Uncategories
Awal « 1 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah Wina Ningsih ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 118.450 kali


connect with ABATASA