0


Seseorang perajin di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, bikin beragam product, seperti wadah tisu, kap lampu serta yang lain dengan bahan basic dari kulit kayu manis.

" Orang seni itu kan memanglah senantiasa mencari suatu hal yang baru. Inspirasi bikin kerajinan ini nampak waktu istri saya bikin minuman, yakni setup pisang yang baunya harum, " kata Frans Subijakto, seseorang perajin waktu didapati di Bondowoso, Kamis (25/2/2016). http://jayuwan.com/

Ia menerangkan, dari kulit kayu manis yang umumnya dipakai untuk bahan minuman serta masakan khas Arab atau India itu dapat di buat kerajinan untuk tempat minuman gelas, kap lampu, tempat pensil, tempat sendok atau garpu serta yang lain.

" Saya baru dua bln. ini bikin barang dari kulit kayu manis. Bln. pertama laris 70-an buah barang serta Februari ini telah nyaris 50 barang yang terjual. Lantaran baru, pembelinya semakin banyak Bondowoso sendiri serta Jember, " tuturnya.

Menurutnya, semuanya barang kerajinan produksinya sampai kini umum di kirim ke Yogyakarta, Bandung serta Batam. Untuk produksi dari kulit kayu manis memanglah belum di kenal oleh konsumen langganannya di tiga kota besar itu.

" Kelak awal Maret 2016, kami bakal turut pameran di Batam. Saya bakal bawa product dari kulit kayu manis ini, mungkin saja sekitaran 150 buah. Sekalian ini untuk perjumpaan ke pasar Singapura serta Malaysia, " tuturnya.

Ia menyampaikan kalau keunggulan produknya dari kulit kayu manis ini yaitu pada unsur baunya. Terlebih, bau kayu manis ini dapat mempunyai dampak terapis atau yang di kenal dengan aroma therapy.

" Baunya ini akan tidak hilang lantaran ini kayu manis asli. Bila kipas dari kayu cendana itu kan banyak yg tidak asli hingga sebagian bln. saja baunya telah hilang. Bila product saya ini, untuk menimbulkan baunya bila telah lama, tinggal diampelas sedikt saja telah nampak lagi, " tuturnya.

Untuk di tokonya di Bondowoso, ia jual barang dari kulit kayu manis itu sekitaran Rp75. 000 serta yang paling mahal kap lampu, yaitu Rp300 ribu. Namun bila diluar daerah pasti harga nya beda, " tuturnya.

Frans mengaku, barang dari kulit kayu manis ini condong lebih mahal lantaran bahan dasarnya. Dari 1 kg kayu manis, yang dapat digunakan cuma sekitaran 6, 5 ons, selebihnya rusak lantaran gampang sekali patah.

" Jadi banyak pula yang terbuang. Namun limbahnya itu masihlah dapat di jual lagi lantaran masihlah dapat dipakai untuk bahan makanan serta minuman tadi, " tuturnya. baca juga artikel http://www.iklanbarisgratis.abatasa.co.id/post/detail/55619/kelebihan-sarung-tangan-motor-kulit-dengan-bahan-biasa.html

Dikirim pada 04 Maret 2016 di News
Awal « 1 » Akhir
Profile

“ Haji/Hajjah Wina Ningsih ini masih belum mau dikenal orang, mungkin masih malu. “ More About me

Page
Statistik
    Blog ini telah dikunjungi sebanyak : 122.152 kali


connect with ABATASA